Hari ini untuk pertama kalinya dia memelukku dengan cepat dan erat.
Berlari sambil berteriak “Bu Ain, laba-laba. Takut laba-laba.”
“Tidak ada laba-laba, nak.” jawabku menenangkannya.
Masih dengan terkejut kuusap kepalanya.
Oalah, le yang pinter ya, batinku untuknya.
.
Dia salah satu murid spesialku, yang sampai saat ini aku masih harus belajar dan belajar untuk memahami dia.
Ada perasaan bersalah yang sampai saat ini bergelayut di bathinku.
Aku belum bisa memberikan yang terbaik untuk dia.
.
Gusti, semoga kelak dia akan menjadi laki-laki yang hebat.
Laki-laki yang memahami dunia hewan seperti kecintaannya selama ini.
Laki-laki hebat yang membanggakan.
Laki-laki yang menyenangkan.
Aamiin …