Hari ini aku akan berbagi cerita tentang seseorang yang bernama "Bu Ain". Tidak ada yang istimewa darinya. Dia seorang wanita yang biasa-biasa saja. Terlahir dari pasangan suami istri yang bernama Ir. Abdullah Hidayat SA, M.T. dan Lilik Alwiyah,S.Paud. Ain kecil lahir di kota Surabaya 21 Mei 34 tahun silam. Tumbuh dan besar di kota Metropolitan Surabaya ini dari sejak lahir dan kini. Riwayat pendidikannyapun tak ada yang istimewa. Menyelesaikan sekolah dasar selama enam tahun, lanjut menengah pertama tiga tahun, kemudian menengah atas tiga tahun. Di perguruan tinggi berhasil dilampauinya selama empat tahun dengan hasil yang cukup baik.
Ayah Ain adalah seorang dosen di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya pada jurusan teknik sipil dan perencanaan. Ibu Ain awalnya seorang ibu rumah tangga lulusan SMU yang bekerja sebagai wirausaha. Namun mendapatkan tawaran sebagai guru TK. Hingga akhirnya mendapatkan kesempatan untuk bisa kuliah di jurusan Pendidikan Anak Usia Dini.
Walaupun kedua orangtuanya memiliki background sebagai pendidik, Ain muda tidak pernah berkeinginan menjadi guru. Seingatnya, ketika masih di bangku sekolah dulu yang sering menjadi cita-citanya adalah dokter, pramugari, model, sampai pada ingin menjadi wanita yang berguna bagi nusa dan bangsa ( so mengharukan tho ... wes, khas anak-anak banget ☺)
Setelah mengarungi perjalanan kehidupan yang panjang dan berliku (halah :)) akhirnya Ain terdampar di sebuah sekolah kecil di sebuah kampung yang padat penduduk. Disinilah awal mula Ain belajar menjadi seorang guru. Disini pula awal Ain melihat kepolosan dan keluguan anak-anak yang ia temani bermain dan belajar sepanjang hari. Disini, di SD Mardi Putra.
Perjalanan di sekolah ini tidak lama. Karena beberapa masalah yang terjadi di internal sekolah itu, akhirnya Ain memutuskan untuk keluar dan mencari tempat yang baru. Akhirnya ia menemukan sekolah swasta islam yang cukup ternama. Dikatakan ternama karena memang merupakan cabang dari sebuah yayasan besar yang ada di Jakarta. Disinilah Ain menemukan banyak hal, sesuatu yang tidak pernah terlintas dalam pikirannya, impiannya, bahkan cita-citanya. Ain belajar menjadi seorang murid dari para seniornya, Ain belajar menjadi teman untuk sebaya dan teman-teman kcilnya, Ain bekajar menjadi pendengar bagi kepuasan dan ketidakpuasan dari orangtua teman-teman kecilnya, Ain berusaha menikmati baik dan buruknya suasana di tempat yang kini mengayominya. Disinilah pertualangan itu dimulai. Disini, di SD Islam Al-Azhar 11 Surabaya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar