Sebuah catatan harian kecil tentang perjalananku menyambut matahari dan menikmati senja.
Senin, 08 Februari 2016
Sayangmu tak bisa digantikan dengan uang
Uang. Bagi kita yang hidup, apalagi dijaman sekarang pasti membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Bahkan banyak pula yang merasa uang adalah segala-galanya. Dengan uang kita merasa bisa membeli segalanya yang kita inginkan, sampai akhirnya menghalalkan segala cara dengan uang tersebut. Tak jarang uang terkadang bisa digunakan untuk mengambil alih posisi sesuatu atau seseorang. Ini yang dialami oleh salah satu anak di tempat saya bekerja. Dia terbukti mengambil uang saku milik temannya. Jumlahnya memang tidak banyak, tapi hal ini tentu saja membuat kegelisahan oleh kami para dewasa. Setelah melalui proses yang cukup panjang, memang akhirnya anak tersebut mengakui perbuatannya. Tapi yang membuat kami cukup kaget adalah bahwa anak tersebutpun setiap hari sudah dibawakan uang saku oleh orangtuanya. Lantas apa tujuan anak tersebut mengambil uang saku temannya? Apa masih kurang uang saku yang sudah dibawanya? Banyak kemungkinan yang kami pikirkan.Setelah diajak bicara berdua akhirnya banyak hal yang terungkap yang membuat kami terdiam. Anak tersebut secara materi memang tidak pernah kekurangan, bahkan berlebih. Setiap hari orangtuanya bahkan memberi uang saku lebih banyak dari yang kami tetapkan. Dengan uang sakunya yang lebih itu terkadang dia mentraktir teman-temannya membeli jajanan di kantin. Kedua oranngtuanya sama-sama bekerja di instansi pemerintah. Posisi karir kedua orangtuanya sepertinya cukup penting sehingga mereka sering sekali pulang lebih lama daripada jadwal yang seharusnya. Untuk memenuhi kebutuhan anaknya di rumah sering mereka meninggalkan uang yang lebih sehingga bisa digunakan oleh anaknya sewaktu-waktu tanpa harus merepotkan mereka. Beberapa hari ini orangtuanya sedang sibuk bekerja hingga harus pulang larut malam, bahkan harus keluar kota untuk beberapa hari. Sebagai gantinya, orangtuanya memberikan sejumlah uang yang cukup banyak agar anak tersebut tidak rewel selama ditinggal kerja oleh orangtuanya tersebut. Hal inilah yang menjadi pemicu anak tersebut sampai mengambil uang milik temannya. Anak tersebut mengambil uang karena merasa uang yang dia miliki kurang. DIa merasa uang yang berlebih itu bisa membuatnya bahagia.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar